Langit Tak Pernah Selalu Cerah

oleh: Okky Sulistijo, PhD

Dalam hidup ini kita sering kali dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak semua yang kita inginkan akan menjadi milik kita. Sejak kecil kita diajarkan untuk bermimpi setinggi langit. Kita diminta untuk percaya bahwa segala sesuatu dapat diraih asal kita mau berusaha. Namun seiring waktu berjalan kita mulai menyadari bahwa hidup tidak sesederhana itu. Ada banyak hal yang berada di luar kendali kita. Ada batasan yang tidak bisa kita langkahi meskipun kita telah berjuang sekuat tenaga.

Bayangkan seorang anak yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola terkenal. Ia berlatih setiap hari di lapangan kecil dekat rumahnya. Ia menonton pertandingan di televisi dan meniru gerakan pemain idolanya. Namun suatu hari ia mengalami cedera yang membuatnya tidak bisa bermain lagi. Mimpi yang ia bangun sejak lama runtuh dalam sekejap. Apakah itu berarti usahanya sia-sia? Tidak. Usaha itu membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh. Ia belajar menerima kenyataan dan mencari jalan lain untuk tetap dekat dengan dunia sepak bola. Mungkin ia menjadi pelatih atau komentator. Hidup memberinya arah baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kita semua pernah menginginkan sesuatu dengan sangat kuat. Entah itu pekerjaan impian pasangan hidup rumah yang nyaman atau sekadar waktu luang untuk diri sendiri. Tapi kenyataan sering kali berkata lain. Kita ditolak dalam wawancara kerja. Hubungan yang kita jaga dengan sepenuh hati berakhir tanpa alasan yang jelas. Rumah yang kita idam-idamkan terlalu mahal untuk kita beli. Waktu yang kita harapkan untuk beristirahat selalu tersita oleh tanggung jawab yang tak kunjung habis.

Dalam momen-momen seperti itu kita merasa kecewa. Kita merasa dunia tidak adil. Tapi justru di sanalah kita belajar tentang arti menerima. Menerima bukan berarti menyerah. Menerima adalah memahami bahwa hidup punya jalannya sendiri. Kita tidak selalu tahu apa yang terbaik untuk kita. Kadang apa yang kita anggap sebagai kegagalan adalah pintu menuju sesuatu yang lebih baik.

Ada seorang ibu yang ingin anaknya menjadi dokter. Ia bekerja keras mengumpulkan uang untuk biaya kuliah. Namun sang anak lebih tertarik pada seni. Ia ingin menjadi pelukis. Awalnya sang ibu kecewa. Tapi kemudian ia melihat betapa bahagianya anaknya saat melukis. Ia mulai memahami bahwa kebahagiaan tidak

 

selalu datang dari gelar atau pekerjaan bergengsi. Kebahagiaan datang dari melakukan apa yang kita cintai.

Tidak semua keinginan dapat terwujud dan itu tidak apa-apa. Hidup bukan tentang mengumpulkan semua yang kita mau. Hidup adalah tentang bagaimana kita menjalani hari-hari dengan hati yang lapang. Tentang bagaimana kita tetap bersyukur meski tidak semua berjalan sesuai rencana. Tentang bagaimana kita terus melangkah meski jalan yang kita tempuh berbeda dari yang kita bayangkan.

Kita tidak perlu malu jika gagal. Kita tidak perlu merasa rendah jika belum mencapai apa yang orang lain capai. Setiap orang punya waktunya masing-masing. Setiap orang punya cerita yang berbeda. Yang penting adalah kita tetap berusaha dan tidak kehilangan harapan. Karena harapan adalah bahan bakar yang membuat kita terus bergerak.

Saat kita menerima bahwa tidak semua keinginan akan terpenuhi kita akan lebih tenang. Kita tidak lagi memaksakan diri untuk menjadi seperti orang lain. Kita mulai menghargai apa yang kita miliki. Kita mulai melihat keindahan dalam hal-hal kecil. Senyum anak di pagi hari. Hangatnya teh di sore yang mendung. Pelukan dari orang yang kita sayangi. Semua itu adalah anugerah yang sering kita lupakan karena terlalu sibuk mengejar sesuatu yang belum tentu kita butuhkan.

Hidup memang tidak selalu mudah. Tapi hidup selalu memberi kita pelajaran. Dan salah satu pelajaran terpenting adalah belajar melepaskan. Melepaskan keinginan yang tidak tercapai. Melepaskan harapan yang tidak sesuai kenyataan. Melepaskan rasa kecewa dan menggantinya dengan rasa syukur.

Langit tak selalu cerah. Tapi hujan pun punya keindahannya sendiri. Dan setelah hujan biasanya pelangi datang membawa harapan baru. Begitu pula hidup. Meski tidak semua keinginan terwujud kita tetap bisa menemukan kebahagiaan dalam bentuk yang lain. Asal kita mau membuka hati dan melihat lebih dalam.

Karena pada akhirnya hidup bukan tentang memiliki segalanya. Tapi tentang mencintai apa yang ada dan terus melangkah dengan harapan yang tak pernah padam.

Disclaimer

Web ini dibiayai oleh The Rotary Foundation sebagai Global Grant # 2574973 yang bertemakan Winning Within: The Power of Mental Health Resilience, dilaksanakan oleh Rotary International District 3420.

This website is funded by The Rotary Foundation under Global Grant #2574973, entitled “Winning Within: The Power of Mental Health Resilience,” implemented by Rotary International District 3420.

Jam Layanan

Senin-Jumat :

09.00 - 17.00

Sabtu :

10.00 - 15.00

© 2026 Created by Mental Health